Waspada! Kurang Tidur Dari Lima Jam Berpotensi Terkena Penyakit Kronis

Salah Satu Penyakit Mematikan

Sebuah studi mengungkap usia paruh baya tidur kurang dari lima jam berpotensi terkena penyakit. (Foto: Ilustrasi/Sehatq/PMJ News/Hadi) (Beritasinjai.com).

Kesehatan, Beritasinjai.com – Penyakit kronis adalah kondisi jangka panjang dengan efek persisten, kondisi ini memiliki dampak untuk kehidupan sosial dan ekonomi. Penyakit kronis tersebut meliputi penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.

Tahukah kamu? Penyakit kronis yang bisa menjadi penyebab 71 persen kematian di dunia dengan jumlah kasus mencapai 41 juta kematian setiap tahun.

Sebuah studi baru mengungkapkan seseorang berusia 50 tahun ke atas yang tidur lima jam atau kurang di malam hari memiliki risiko lebih besar terkena berbagai penyakit kronis.

Studi yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine mengamati lebih dekat hampir 8.000 pegawai negeri di Inggris yang tidak memiliki penyakit kronis pada usia 50 tahun.

BACA JUGA:   Mau Awet Muda? Konsumsi Enam Camilan Sehat Ini Dijamin Terbukti

Para ilmuwan meminta peserta untuk melaporkan jumlah waktu tidur yang didapatkan. Hasilnya, peserta yang tidurnya dilacak pada usia 50, orang yang tidur lima jam atau kurang semalam menghadapi risiko 30 persen lebih tinggi terkena penyakit kronis.

Penyakit yang memiliki risiko lebih tinggi termasuk diabetes, kanker, penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronis, penyakit hati, Depresi, demensia, gangguan mental, Parkinson dan radang sendi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, orang dewasa yang tidak cukup tidur, sekitar tujuh hingga sembilan jam semalam memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan penyakit kronis yang juga mencakup obesitas dan tekanan darah tinggi.

BACA JUGA:   Terbukti, Buah Pisang Dipercaya Ampuh Lawan Semua Varian Virus Corona

Tidak seperti penelitian lain, penelitian yang baru ini tidak menemukan bahwa peserta yang tidur lebih dari sembilan jam memiliki masalah kesehatan. Akan tetapi, hanya sedikit orang dalam penelitian yang tidur sebanyak itu dan itu mungkin mempengaruhi hasil.

Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan tambahan. Sebagian besar subjek adalah pria kulit putih; hanya sekitar sepertiganya adalah perempuan. Para peneliti mengatakan para pegawai juga cenderung sedikit lebih sehat daripada populasi umum.

BACA JUGA:   Rutin Minum Susu Kurma Terbukti Bermanfaat Bagi Kesehatan

Studi tersebut mengandalkan data yang dilaporkan sendiri, yang dianggap kurang dapat diandalkan dibandingkan jika orang-orang berada dalam studi tidur di mana para ilmuwan dapat secara langsung mengamati bagaimana orang tersebut tidur.

“Durasi tidur pendek di usia paruh baya dan usia tua dikaitkan dengan risiko lebih tinggi timbulnya penyakit kronis dan multimorbiditas,” ungkap studi tersebut.

“Temuan ini mendukung promosi kebersihan tidur yang baik pada pencegahan primer dan sekunder dengan menargetkan kondisi perilaku dan lingkungan yang memengaruhi durasi dan kualitas tidur,” sambungnya. ***