Nama ‘Pantai Galau’ Kontroversi, Pendapat Anda?

by

Wisata Lappa
Wisata Lappa

SINJAI,BS – Nama ‘Pantai Galau’ untuk kawasan wisata kuliner Lappa memang populer bagi kalangan masyarakat utamanya kawula muda. Namun, nama ini menimbulkan kontroversi secara umum karena dinilai bermakna negatif.

Entah siapa yang memulai penamaan objek wisata itu. Hingga saat ini sangat melekat di hati warga. Diberitakan Sinjai Media Center, Penamaan ini juga sempat diperbincangkan pada acara Bimbingan Teknis pembakuan nama rupabumi yang dilaksanakan oleh Pemkab Sinjai, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, baru-baru ini.

Camat Sinjai Utara, Andi Irwansyahrani dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar pembakuan nama rupabumi perlu dilakukan secepatnya, khususnya obyek wisata kuliner di Kelurahan Lappa yang baru dikembangkan oleh Pemkab Sinjai. Menurut Irwansyahrani sebutan nama Pantai galau yang saat ini sudah melekat ditengah masyarakat perlu ditinjau ulang sebab nama tersebut mengandung artian negatif dan tidak sesuai nilai kearifan lokal Sinjai.

“Nama Pantai galau itu saya kira perlu diganti, selain memiliki arti negatif, juga dengan sebutan pantai tidak cocok sebab lokasi tersebut bukan merupakan pantai tapi melainkan muara sungai,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Budiaman mengatakan bahwa penamaan wisata kuliner di Lappa memang perlu direvisi dan hal ini telah dibicarakan bersama bupati Sinjai.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, untuk memberikan nama resmi obyek wisata tersebut, harus dirapatkan bersama dengan melibatkan semua stakeholder termasuk pemerintah kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Sementara itu Sekertaris Daerah Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere mengatakan bahwa dalam memberikan penamaan rupabumi hendaknya dilakukan perencanaan yang matang dan akurat sehingga tidak terjadi konflik dalam memberikan penamaan suatu unsur alami maupun buatan.

“Penamaan obyek wisata disana sedapat mungkin dinamakan dengan menggunakan bahasa Indonesia tetapi tetap mempertahankan muatan lokal didalamnya, kalaupun menggunakan bahasa daerah tetapi harus juga dicantumkan apa artinya” katanya.

Sementara di sosial media, nama Pantai Galau ini mulai direspon. Hanya saja beberapa netizen memberikan masukan bernada candaan. “Kalau bukan pantai dan mau positif ya kasi saja nama Muara Bahagia,”tulis akun Syam di Facebook. Lalu bagaimana pendapat Anda?