Kenali Lima Tanda Ini Agar Terhindar Dari Serangan Jantung

Antisipasi Serangan Jantung

Serangan jantung kerap disebut sebagai silent killer karena sering disepelekan namun dapat merenggut nyawa. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hadi) (Beritasinjai.com).

Beritasinjai.com – Memiliki hidup sehat dan panjang umur merupakan impian bagi setiap manusia. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang dihadapkan oleh beberapa penyakit, baik itu ringan hingga paling mematikan sekalipun.

Sebagian besar kasus serangan jantung merupakan keadaan darurat serius yang kerap terjadi secara tiba-tiba.

Namun, ada beberapa pertanda yang mungkin muncul sebelum serangan jantung terjadi.

Menurut Harvard Health, ada serangkaian sensasi samar yang dapat menjadi “sinyal” bahwa serangan jantung akan terjadi. Sensasi-sensasi tersebut bisa berupa rasa nyeri, kebas, seperti dicubit, seperti ditusuk, atau rasa tidak nyaman.

BACA JUGA:   Terbukti, Buah Pisang Dipercaya Ampuh Lawan Semua Varian Virus Corona

“(Sensasi-sensasi ini bisa muncul pada) satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut,” jelasnya.

Selain sensasi-sensasi samar ini, kejadian serangan jantung juga bisa didahului oleh beberapa tanda lain. Beberapa tanda tersebut adalah sesak napas, mual atau muntah tiba-tiba, perasaan seperti akan pingsan, lelah yang tak biasa, keringat dingin, dan rasa nyeri.

Orang-orang yang mengalami gejala ini sangat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis. Menurut Direktur Medis National Health Service (NHS) Prof Stephen Powis mengenali dan mengobati serangan jantung dengan cepat bisa mencegah terjadinya kematian.

BACA JUGA:   Bahaya! Sosmed Bisa Mematikan

“Cukup mudah untuk mengabaikan gejala-gejala awal (serangan jantung) karena tak selalu terasa berat,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh data dari NHS di Inggris. Menurut data NHS, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami serangan jantung.

Kondisi ini bisa terjadi karena pasien tak mengetahui gejala serangan jantung atau mereka tak merasa keluhan yang mereka rasakan berkaitan dengan kondisi serius.

BACA JUGA:   Lomba Vocal Grup Antar Nakes Warnai HKN ke-55 di Sinjai

Oleh karena itu, meski tak terasa berat, Prof Powis mengimbau orang-orang untuk tak menyepelekan gejala serangan jantung yang mereka rasakan.

Prof Powis juga mengingatkan bahwa tak ada kata “terlalu cepat” untuk menghubungi layanan kesehatan darurat bila mencurigai adanya gejala serangan jantung pada orang terdekat atau diri sendiri.

“Semakin cepat Anda bertindak, semakin baik peluang pemulihan totalnya,” tukasnya. ***