Letusan Ganda Tragis dalam Waktu Singkat
Pada 1 Agustus 2025 pukul 20.48 WITA, Gunung Lewotobi Laki‑Laki di Flores Timur kembali meletus dengan kolom abu mencapai sekitar 10.000 m di atas puncak (±11.584 m dpl). Erupsi eksplosif ini terekam alat seismik dan mengeluarkan suara dentuman keras.
Kurang dari lima jam kemudian, tepatnya sekitar dini hari 2 Agustus, terjadi erupsi kedua. Kali ini kolom abu lebih tinggi, mencapai 18.000 m, menjadikannya salah satu erupsi terbesar tahun ini. Material vulkanik seperti kerikil panas tersebar hingga radius 5–8 km dari kawah.
Visual Spektakuler dan Alarm Bahaya
Warga sempat melihat lava yang menyala dan petir vulkanik menyambar langit malam saat letusan pertama. Drone pengamatan menunjukkan gerakan magma intens yang memicu tremor signifikan. Material vulkanik mengalir sebagai awan panas vulkanik sejauh ±3 km ke bawah lereng.
Status Gunung & Mitigasi Tanggap Darurat
Sejak 18 Juni 2025, PVMBG sudah menetapkan status gunung Lewotobi Laki‑Laki ke Level IV (Awas). Zona peringatan resmi adalah radius 6–7 km, dengan sektor SW–NE hingga 8 km, di mana aktivitas sangat tinggi dan potensi bahaya tinggi.
Kementerian ESDM dan BNPB mendesak warga untuk mengevakuasi diri dari wilayah rawan, mempersiapkan masker, menghindari aliran sungai untuk cegah lahar jika hujan deras terjadi.
Dampak Sosial dan Penerbangan Terganggu
Meski belum ada laporan korban jiwa, ribuan warga terdampak erupsi sebelumnya telah dipindahkan. Pada Juni dan Juli 2025, letusan Lewotobi menyebabkan ribuan pengungsi akibat hujan pasir dan kerikil serta gangguan parah pada penerbangan di Bali dan NTT.
Beberapa bandara di Bali dan Flores ditutup sementara ketika abu mencapai ketinggian hingga 16–18 km, menyebabkan penundaan dan pembatalan puluhan penerbangan oleh maskapai internasional.
Rekam Jejak Aktivitas Lewotobi Laki‑Laki
Gunung ini adalah bagian dari kawah kembar Lewotobi (Perempuan dan Laki‑Laki), aktif sejak Desember 2023. Line kerjanya di-update sejak November 2024 saat terjadi letusan fatal yang menewaskan setidaknya sepuluh orang. Sejak itu, aktivitas terus meningkat sepanjang awal 2025.
Data kegempaan pada 7–8 Juli 2025 menunjukkan enam kali erupsi eksplosif dalam 24 jam: kolom abu menyentuh 18 km, awan panas, gempa tremor, dan guguran intens.
Potensi Risiko Susulan
Para ahli menyebut ada potensi erupsi mendadak mengingat akumulasi gas dan suplai magma yang masih aktif. PVMBG memperingatkan potensi lahar dan ledakan baru, terutama saat hujan intens.CNBC Indonesia+4Kementerian ESDM+4Antara News+4
Kesimpulan
Letusan berganda Gunung Lewotobi Laki‑Laki pada 1–2 Agustus 2025 adalah peristiwa vulkanik terbesar tahun ini di Indonesia. Kolom abu yang tinggi, lontaran material panas, potensi lahar, dan gangguan penerbangan menunjukkan potensi krisis multidimensi. Warga dan wisatawan diminta siaga penuh. Pemantauan terus berjalan, dan mitigasi harus diprioritaskan oleh otoritas setempat.