Rilis film Demon Slayer: Infinity Castle di Indonesia menjadi salah satu momen paling dinanti oleh penggemar anime. Namun, antusiasme ini juga memicu permasalahan serius: maraknya penjualan tiket di pasar gelap dengan harga berkali lipat dari harga resmi. Di sejumlah kota besar, tiket yang semula dijual seharga Rp75.000 melonjak menjadi Rp250.000 hingga Rp500.000 per lembar.
Banyak penggemar yang mengaku kecewa karena tidak kebagian tiket di penjualan resmi. Penjualan daring yang hanya berlangsung beberapa menit langsung habis disapu oleh para pelaku scalping, yang kemudian menjualnya kembali dengan harga fantastis.
Modus Operandi Penjual Tiket Ilegal
Para pelaku pasar gelap memanfaatkan bot otomatis untuk membeli tiket dalam jumlah besar begitu penjualan dibuka. Setelah itu, tiket dijual kembali melalui platform media sosial, grup pesan instan, atau situs jual beli daring. Praktik ini tidak hanya merugikan penggemar, tetapi juga mencoreng citra distributor resmi.
Beberapa penjual bahkan memanfaatkan kelangkaan ini untuk menawarkan paket tiket plus merchandise eksklusif dengan harga yang semakin tinggi, memancing penggemar yang rela membayar demi pengalaman menonton perdana.
Respons Pihak Bioskop dan Distributor
Pihak bioskop dan distributor film telah menyatakan keprihatinan atas fenomena ini. Mereka berupaya menambah jadwal pemutaran dan membuka penjualan tiket tambahan guna mengurangi peredaran tiket ilegal. Selain itu, sistem keamanan pembelian tiket daring sedang ditingkatkan untuk mencegah praktik pembelian massal menggunakan bot.
Langkah-langkah seperti verifikasi identitas pembeli dan pembatasan jumlah tiket per transaksi mulai diterapkan di beberapa jaringan bioskop besar di Indonesia.
Dampak bagi Penggemar
Bagi penggemar setia Demon Slayer, fenomena ini menciptakan dilema. Mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menunggu hingga hype mereda atau membayar harga tiket yang tidak masuk akal di pasar gelap. Kondisi ini memicu perdebatan di kalangan komunitas anime mengenai etika membeli tiket dari pihak tidak resmi.
Sebagian penggemar memilih untuk menunda menonton demi menghindari mendukung praktik scalping, sementara yang lain tetap membeli karena tidak ingin ketinggalan momen rilis perdana.
Peran Komunitas dan Edukasi
Komunitas penggemar anime mulai mengambil peran aktif dalam melawan pasar gelap tiket. Mereka membentuk forum online untuk berbagi informasi pembelian tiket resmi dan melaporkan akun penjual ilegal. Edukasi mengenai risiko membeli tiket dari pihak tidak resmi juga gencar dilakukan melalui media sosial.
Selain itu, ada ajakan untuk mendukung penayangan resmi yang lebih lama, sehingga semua penggemar memiliki kesempatan yang adil untuk menonton.
Fenomena Serupa di Negara Lain
Fenomena pasar gelap tiket Demon Slayer: Infinity Castle bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara Asia lainnya, penjualan tiket untuk pemutaran perdana juga ludes dalam hitungan menit, memicu lonjakan harga di pasar sekunder.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah scalping tiket telah menjadi isu global dalam industri hiburan, yang membutuhkan solusi teknologi dan kebijakan yang tegas.
Solusi Jangka Panjang
Pengamat industri hiburan menyarankan beberapa langkah jangka panjang untuk meminimalisir pasar gelap tiket, antara lain:
-
Menggunakan sistem tiket digital dengan verifikasi QR Code unik.
-
Mengintegrasikan pembelian tiket dengan identitas resmi pembeli.
-
Menyediakan lebih banyak pemutaran eksklusif dengan kapasitas terbatas.
-
Mendorong kolaborasi antara bioskop, distributor, dan komunitas penggemar.
Kesempatan bagi Penayangan Lanjutan
Meski pasar gelap merugikan, fenomena ini sekaligus menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap film anime berkualitas. Distributor bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas penayangan ke lebih banyak kota dan bioskop, sehingga akses penonton menjadi lebih merata.
Menurut laporan Anime News Network, strategi memperpanjang penayangan dan menambah variasi jam tayang telah terbukti efektif menekan pasar gelap di beberapa negara.
Harapan ke Depan
Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan praktik penjualan tiket ilegal dapat ditekan, sehingga penggemar Demon Slayer di seluruh Indonesia bisa menikmati film ini dengan harga yang wajar dan pengalaman menonton yang menyenangkan.
Film Demon Slayer: Infinity Castle bukan hanya hiburan, tetapi juga perayaan budaya pop yang layak diakses secara adil oleh semua orang.