Pertumbuhan Tertinggi Dalam Dua Tahun
Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,12% secara tahunan (YoY) pada kuartal kedua tahun 2025. Ini menjadi laju pertumbuhan tertinggi dalam dua tahun terakhir dan berhasil melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan hanya 4,8%.
Berdasarkan data dari Reuters, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.396,3 triliun. Secara kuartalan (QoQ), pertumbuhan ekonomi mencapai 4,04%.
Investasi dan Konsumsi Jadi Motor Penggerak
Pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ini adalah lonjakan investasi dan konsumsi rumah tangga.
-
Investasi bruto (GFCF) naik sebesar 6,99%
-
Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97%
Kedua indikator ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor dan daya beli masyarakat mulai pulih. Proyek-proyek strategis seperti pembangunan IKN Nusantara dan ekspansi infrastruktur turut berperan dalam mendorong belanja modal.
Ekspor Meningkat Sebelum Tarif Baru AS
Sektor ekspor juga mengalami lonjakan, terutama karena pengusaha mempercepat pengiriman komoditas utama seperti batu bara, nikel, dan sawit sebelum dikenakan tarif baru dari Amerika Serikat.
Langkah antisipatif ini mendorong peningkatan volume ekspor yang cukup signifikan pada kuartal ini.
Kebijakan Bank Indonesia Turut Berperan
Bank Indonesia telah memangkas suku bunga sebanyak empat kali sejak September 2024. Saat ini suku bunga acuan berada di level 4,75%.
Pemangkasan ini bertujuan mendorong pertumbuhan kredit dan investasi tanpa mengorbankan stabilitas nilai tukar. Inflasi nasional pun terkendali di angka 1,87%, berada dalam rentang target BI yaitu 1,5%–3,5%.
Tantangan Masih Ada: Tekanan Global dan Fiskal
Meskipun data Q2 menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih harus diwaspadai:
-
Perlambatan ekonomi global, terutama dari Tiongkok dan Eropa
-
Tekanan fiskal akibat meningkatnya subsidi dan belanja sosial
-
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Lembaga seperti Fitch Ratings bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 bisa melambat ke 4,9% jika ketidakpastian global tak terkendali.
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% di kuartal kedua 2025 menunjukkan sinyal kuat bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan. Didukung oleh konsumsi masyarakat, ekspor, dan investasi, Indonesia punya peluang besar untuk mempertahankan momentum ini di semester kedua.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap dinamika global dan tekanan dalam negeri. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif akan menjadi kunci mempertahankan kestabilan ekonomi hingga akhir tahun.